Recent Posts

Iklan

Polisi Temukan Potongan Tangan Ai Munawaroh dan Nuryanto di Kantong Kresek

Selasa, 12 Februari 2019, Februari 12, 2019 WIB Last Updated 2019-12-01T23:29:36Z
pasang iklan disini
masukkan script iklan disini
Foto : 
Indragirione.com – Polisi Diraja Malaysia menemukan potongan tubuh bos tekstil Bandung, Ujang Nuryanto dan teman wanitanya, Ai Munawaroh di pinggir Sungai Laboh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari 2019.


Salah seorang tim pengacara keluarga Nuryanto, Hermawan mengatakan, potongan tangan diduga Nuryanto dan Ai Munawaroh ditemukan dalam kantong kresek. Dalam kantong kresek itu terdapat empat potongan tangan yang diduga Nuryanto dan Ai Munawaroh.

Menurut Hermawan, potongan tangan akan dibawa ke Indonesia untuk dicek dan dilakukan tes sidik jari.

Ia menambahkan, tes sidik jari bisa lebih cepat, hanya butuh waktu sekitar 3-4 hari. Sedangkan untuk tes DNA cukup lama, bisa memakan waktu sekitar dua minggu.

Keterangan berbeda disampaikan Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo. Menurut Dedi, potongan tangan yang ditemukan polisi Diraja Malaysia di tempat kejadian perkara (TKP) hanya satu.


Diduga potongan tangan itu Nuryanto. Hal itu diketahui melalui sidik jari yang ditemukan di lokasi perkara di pinggir Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.

“Kebetulan sidik jari yang diketemukan di TKP baru satu tangan. Diidentifikasi tangan tersebut tangan laki-laki. Jadi sangat besar kemungkinan tangan tersebut milik Saudara Nuryanto,” ujar Dedi Prasetyo di Gedung PTIK, Jakarta, Selasa (12/2).

Sejauh ini, Atase Polri dan KBRI di Kuala Lumpur sudah berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) dalam pengusutan kasus ini.



Dari hasil komunikasi, pihak PDRM meminta beberapa bukti tambah dalam rangka memperkuat identifikasi korban yang diduga atas nama Nuryanto dan Ai Munawaroh seperti sidik jari dan sampel DNA dari pihak keluarga korban.

Bukti-bukti itu sudah diberikan kepada PDRM. Penguatan alat bukti itu sangat penting selain identifikasi korban juga untuk memastikan terduga pelakunya adalah rekan bisnis korban yang sudah diamankan PDRM.

“Kemudian juga kita masih akan berikan informasi detil dari hasil percakapan WA. Karena dari PDRM sudah amankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut,” jelas Dedi.

Pihak Malaysia meminta pula informasi transaksi rekening keuangan BCA atas nama Nuryanto.

“Itu juga akan kita berikan. Penguatan alat bukti tersebut sangat penting ungkap kasus ini setuntas-tuntasnya,” tutur dia.


Soal apakah motif mutilasi ini terkait penagihan utang, kata Dedi masih didalami pihak PDRM.

“Dari pihak kepolisian bantu support sepenuhnya apa yang dibutuhkan PDRM melalui KBRI dan Kemenlu,” tukasnya.



Kepolisian Diraja Malaysia menemukan beberapa potongan tubuh Nuryanto dan teman wanitanya di sungai Buloh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari lalu.

(one/pojoksatu)
Komentar

Tampilkan


Terkini