Iklan

Recent Posts

Mayat dalam Kardus Diduga Bule, Rambutnya Panjang dan Pirang

Selasa, 02 Juli 2019, Juli 02, 2019 WIB Last Updated 2019-12-01T23:29:20Z
pasang iklan disini
masukkan script iklan disini
Foto 
Indragirione.com – Polisi masih bekerja keras untuk mengungkap identitas mayat dalam kardus yang ditemukan di tepi jalan Banjar Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Bali pada Minggu (30/6).


Wanita dalam karus itu diduga bule karena rambunya pirang dan panjang. Mayat tersebut dikaitkan dengan kehilangan warga negara asing (WNA) asal Filipina pada bulan Desember 2018 lalu di Bali. Dimana bule perempuan itu berambut pirang.

Mayat misterius itu diduga korban pembunuhan. Sebelum dibuang, mayat diduga disuntik pengawet sejenis formalin.

Saat ditemukan kondisi mayat sudah kering, mengeras dan tidak dikerumuni belatung. Baunya pun tidak begitu menyengat.

Polisi akan melakukan autopsi terhadap mayat dalam kardus di RSUP Sanglah pada Rabu (3/7/2019) besok.

Nantinya hasil autopsi diharapkan dapat memberikan petunjuk apa penyebab kematian serta identitas mayat tersebut.

Kapolres Tabanan, AKBP I Made Sinar Subawa menjelaskan bahwa untuk mengetahui identitas mayat atau pun penyebab kematiannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bagian Forensik RSUP Sanglah untuk melakukan autopsi.

“Dan sesuai jadwal mayat itu akan diautopsi tanggal 3 Juli 2019,” ucap I Made Sinar Subawa, Selasa (2/7).


Menurutnya, mayat itu berambut panjang pirang dan memiliki kuku panjang.  Diduga mayat misterius tersebut berjenis kelamin perempuan.

“Menggunakan celana pendek hitam dan baju kaus hitam dengan merk public image,” imbuhnya, seperti dilansir baliexpress (grup Jawa Pos/pojoksatu.id).

Ia mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila kehilangan sanak saudara agar polisi bisa mengambil langkah cepat, misalnya melakukan tes DNA.

“Sehingga kita bisa semakin cepat mengidentifikasi mayat misterius itu, serta mengungkap apa penyebab kematiannya. Tetapi sejauh ini belum ada laporan,” lanjutnya.

Sementara itu, soal dugaan mayat tersebut diformalin sebelum dibuang, AKBP Subawa tak bisa memastikan dan meminta untuk menunggu hasil labfor. Termasuk mengenai dugaan jika mayat tersebut merupakan mayat korban pembunuhan.



“Kita tidak mau berandai-andai karena kita akan melihat fakta dilapangan,” tukasnya.

Begitu pun mengenai adanya informasi seorang WNA asal Filipina yang hilang pada bulan Desember 2018 lalu di Bali. Dimana bule perempuan itu berambut pirang.

“Kita juga tidak bisa mengaitkan-ngaitkan hal itu, sehingga kita harus tunggu hasil labfor yang nanti akan kita infokan lagi,” pungkasnya.

(One/pojoksatu)
Komentar

Tampilkan

Terkini