Iklan

Recent Posts

Data Terbaru Dampak Gempa Ambon: 20 Meninggal Dunia, Dua Ribuan Warga Mengungsi

Kamis, 26 September 2019, September 26, 2019 WIB Last Updated 2019-12-01T23:28:59Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Indragirione.com, – Gempa bumi yang terjadi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019) pagi ternyata berdampak cukup besar. Data terbaru menyebutkan, tercatat ada 20 warga yang meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 6,8 skala richter itu.

Seperti diketahui, pada Kamis pagi tadi terjadi gempa magnitudo 6,8 pada pukul 06.46 WIB atau pukul 08.46 WIT. Pusat gempa di darat 40 km Timur Laut Ambon, dengan Kedalaman 10 Km. Getaran gempa cukup dahsyat itu terasa sampai Poso, Sulawesi Tengah.
Kemudian pada pukul 07.39 WIB terjadi gempa susulan magnitudo 5,6 dengan lokasi 18 km Timur Laut Ambon-Maluku, kedalaman 10 Km, tidak berpotensi tsunami.
BNPB Indonsia melalui akun twitter resminya merilis dampak gempa tersebut, update pukul 17.00 WIB sore tadi. Diketahui ada 20 warga yang meninggal dunia akibat bencana gempa tadi pagi.
Selain itu, sebanyak 107 warga mengalami luka-luka, sedikitnya 2.000-an jiwa terpaksa mengungsi.
Adapun wilayah yang terdampak gempa 6,8 SR ini adalah Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Dari dua wilayah tersebut, sampai saat ini terdata 65 unit rumah rusak, tiga rumah ibadah rusak dan satu jembatan juga rusak.
Sedikitnya 4 unit sarana pendidikan rusak, 3 kantor pemerintahan juga alami kerusakan serta ruas jalan dan pasar yang terdampak.
Dari rilis BNPB pusat itu, juga disampaikan bahwa saat ini ribuan pengungsi gempa Ambon membutuhkan terpal/tenda pengungsi, makanan bayi, obat-obatan, pampers, pembalut wanita, air mineral, makanan instan, selimut, matras/tikar, lampu senter, tandon air dan MCK. Para pengungsi juga membutuhkan trauma healing.
Sementara itu, dilansir dari akun resmi BMKG, disebutkan bahwa hingga pukul 21.00 WIB atau 23.00 WIT sudah tercatat 149 kali gempa susulan, 26 diantaranya gempa tersebut dirasakan. BMKG mengimbau warga tidak mudah percaya informasi yang mungkin hoax, dan tetap mengkuti ikuti info terkini dari BMKG.

sumber : pojoksatu
Komentar

Tampilkan

Terkini