Iklan

Recent Posts

Sampah, Ini Solusi Kepala DLHK Inhil

Selasa, 07 Januari 2020, Januari 07, 2020 WIB Last Updated 2020-01-07T17:30:11Z
pasang iklan disini
masukkan script iklan disini

Bualkan.com -Sampah, Permasalahan ini terus bergelut dalam kehidupan kita sebagai manusia, khususnya di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Inhil yang menampung sampah berton-ton dari seluruh penjuru Kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu. Lahan yang tergolong luas untuk menampung sampah di kedua Kecamatan tersebut.

Proses terjadinya sampah sangat didominasi oleh adanya kegiatan manusia. Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dengan pola hidup yang semakin konsumtif sudah tentu diikuti dengan meningkatnya produksi sampah. 

Kuantitas sampah yang semakin hari semakin bertambah berimplikasi terhadap semakin tingginya gundukan-gundukan di TPA Sungai Beringin. Maka timbul suatu pertanyaan, sampai kapan gundukan-gundukan ini akan habis? Aktivitas manusia akan selalu ada.

Indragirione.com mencoba menghubungi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Inhil terkait persoalan tersebut.

"Sesungguhnya kami memiliki kebijakan strategis terhadap masyarakat Inhil dalam mengurangi sampah, seperti memilah sampah rumah tangga mana yang dapat mengurai  dan mana yang dapat di daur ulang atau dijual," ujar Kepala DLHK, Tantawi Jauhari saat dikonfirmasi Indragirione.com, Minggu (5/1/2019).
 
Menurutnya, dengan memilah sampah tersebut dapat mengurangi produksi sampah masyarakat yang masuk di TPA Sungai Beringin.

"Taruhlah sampah yang bisa mengurai di kotak-kotak sampah tepi jalan, biar di angkut oleh anggota kami ke TPA. Tapi sampah yang tidak bisa mengurai seperti botol plastik kami harap masyarakat bisa mengolah dan atau dijual," paparnya

Bahkan Ia menyarankan dalam satu kelurahan dibentuk tempat penampungan sampah (bank sampah) yang bisa mengolah sampah plastik atau tempat penjualan sampah-sampah tersebut.

Itulah sekilas persoalan sampah di Kabupaten Indragiri Hilir, belum lagi musim air pasang yang ketika surut meninggalkan 'kesan' sampah dimana-mana.

Komentar

Tampilkan

Terkini