Iklan

Recent Posts

Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Lajau Lakukan Monitoring Panic Buying di Toko Toko

Senin, 20 April 2020, April 20, 2020 WIB Last Updated 2020-04-20T09:33:27Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Bualkan.com - Anggota Polsek Kuindra lakukan Kegiatan monitoring Panic Buying (Aksi membeli Besar-besaran/ membeli berlebihan) dan Pengawasan Penimbunan bahan pokok di Wilayah hukum Desa Tanjung Lajau Kecamatan Kuindra.


PROGRAM PRIORITAS KAPOLRI NO. II ( Pemantapan Harkamtibmas ) ST Kabareskrim POLRI No: ST/73/III/HUK5/2020/ Bareskrim, tanggal 04 Maret 2020 tentang dalam rangka dinamika perkembangan Kasus Virus Corona atau Covid -19 ST Kapolda Riau No : ST/304/III/HUK.5./2020, tanggal 04 Maret 2020 tentang Antisipasi Panic Buying, pengawasan penjualan Masker / Antiseptic di Rumah sakit, penimbunan sembako di Gudang- gudang, swalayan, super/ mini market dan Pasar Tradisional.


telah dilaksanakan Kegiatan monitoring Panic Buying (Aksi membeli Besar-besaran / membeli berlebihan) dan Pengawasan Penimbunan bahan pokok di Wilkum Polsek Kuindra Personel yang melaksanakan Monitoring Panic Buying Pengawasan Penimbunan bahan pokok Bripka Syamsul Mazus  Bripka Deni Alfian dan Brigadir Sonny Pratama lokasi sasaran Toko Aseng Jalan Utama Desa Tanjung Lajau Kecamatan Kuindra Kegiatan monitoring Panic Buying dan Pengawasan Penimbunan bahan Pokok selesai sekira pukul 10.00 WIB. Situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali.


Kapolsek Kuindra AKP Martius melalui Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Lajau Brigadir Sony Pratama mengatakan hasil giat monitoring sebagai berikut panic buying nihil,penimbunan sembako nihil harga barang beras merk kutilang Rp. 225.000/20 kg,beras naruto 220.000 / 20 kg,beras kayu manis Rp. 115.000/10 kg,telur 1 papan 41 ribu,minyak curah Rp. 13.000 / kg,gula Rp. 18.000 / kg belum ada kenaikan harga barang untuk saat ini.


Tujuan Di lakukan monitoring Panic Buying terjalinnya secara proaktif sinergitas Polri dengan instansi terkait dalam hal melaksanakan pengawasan serta melakukan penegakkan hukum dengan para pelaku usaha yang melaksanakan penimbunan bahan pokok dan Terciptanya kesadaran hukum bagi masyarakat agar tidak melaksanakan penimbunan bahan pokok atau keperluan lain atau membeli secara berlebihan (Panic Buying) sehingga tidak terjadi kelangkaan over suplai yang merusak kondisi Pasar dan Ekonomi meningkatkan pengawasan secara khusus terhadap distribusi Komoditi yang banyak di butuhkan masyarakat, sehingga tidak merusak harga Pasar dengan kehadiran POLRI ditengah-tengah Masyarakat, Warga masyarakat merasa terayomi meningkatnya rasa kepercayaan, kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas.Ungkapnya

Komentar

Tampilkan

Terkini