Inhil dinilai layak menjadi PAUD Percontohan - bualkan.com

Breaking

Kamis, 18 Juni 2020

Inhil dinilai layak menjadi PAUD Percontohan

Bualkan.com - Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinilai sebagai percontohan dan terobosan dalam perkembangan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia.


Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Sejak awal menjabat sebagai Bupati pada periode pertama, Drs HM Wardan MP sangat memprioritaskan pembangunan PAUD dengan menggagas gerakan 1 Desa 1 PAUD.


Berkat gerakan tersebut, hingga saat ini tercatat 474 lembaga PAUD telah berdiri yang tersebar di 236 Desa/ Kelurahan se-Kabupaten Inhil. Artinya, jumlah PAUD di Kabupaten Inhil sudah melebihi target pemerintah.


Bunda PAUD Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan SSos ME menggelar diskusi mengenai pengembangan PAUD di Kabupaten Inhil bersama Plt Kadis PMD, Kadis Pendidikan yang dihadiri Kabid PAUD, Ketua Himpaudi Kabupaten Inhil, dan Asesor PAUD Irjus Indrawan, Selasa (16/6/2020).


Rapat ini dilakukan sebagai wadah berdiskusi untuk menyumbangkan ide dan pikiran yang dapat dirangkum untuk diabadikan ke dalam buku.


Dengan lembaga yang sudah baik, saat ini diupayakan untuk meningkatkan kualitas pendidik, jumlah pendidik, menambah jumlah penambahan sarana dan sarana pendukung, insentif pengelola dan pendidik PAUD.


Terutama kualitas pendidik, karena anak usia dini adalah pondasi, Zulaikhah menegaskan bahwa guru PAUD tidak boleh salah menanamkan karakter kepada anak.


Irjus Indrawan, selaku Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Inhil sekaligus Pendamping Desa Program DMIJ periode pertama telah mengamati perkembangan PAUD di Inhil.


Oleh sebab itu, dirinya merasa tergerak untuk memberi pengetahuan kepada guru-guru PAUD melalui tulisan (membuat buku).


Plt Kadis PMD sebagai leading sektor Program DMIJ Plus Terintegrasi menyambut baik rencana penulisan buku ini, ia berpendapat agar isi buku dapat dikoordinasikan antara penulis dan kebijakan Pemerintah Daerah.


Kabid Kelembagaan di Dinas PMD mengajukan saran agar tulisan tersebut tidak hanya dituangkan dalam buku cetak, mengingat era digital di mana manusia lebih sering memegang smartphone daripada buku, maka hendaknya tulisan juga dibuat dalam bentuk buku elektronik (e-book).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Culture