Recent Posts

Iklan

9 “Pamali” Orang Banjar yang Berhubugan dengan Kehamilan

Selasa, 01 Desember 2020, Desember 01, 2020 WIB Last Updated 2020-12-01T12:11:20Z
pasang iklan disini
masukkan script iklan disini
Sebagian orang banjar, khususnya generasi muda, banyak yang tidak lagi mengenal pamali. Padahal pamali adalah sebuah khazanah budaya banjar yang mesti kita jaga. Termasuk 9 pamali yang akan dibahas di bawah ini.

Meskipun terkadang pamali terkesan tidak masuk akal, akan tetapi sama sekali tidak membawa sesuatu yang buruk. Bahkan kebanyakan pamali mengandung manfaat, hanya saja kita yang belum bisa mencernanya.

Berikut kita rangkum 9 pamali yang berkaitan dengan kehamilan.

Pertama
Babinian nang masih datang bulan pamali mamakan amas hintalu ayam nang ada di dalam parut ayam nang disumbaleh, bisa kana panyakit batianan anggur.

(Perempuan yang masih haid jangan memakan kuning telur ayam yang ada di dalam perut ayam saat disembelih, nanti kena penyakit hamil anggur).



Pamali ini menyatakan larangan bagi perempuan yang masih haid agar jangan memakan kuning telur ayam yang masih ada berada di dalam perut ayam. Sebab jika ia memakannya bisa kena penyakit hamil anggur (kehamilan di luar rahim).

Orang Banjar menganggap kalau kuning telur ayam yang masih berada di dalam perut ayam, bentuknya mirip dengan rentengan buah anggur. Akhirnya muncul sugesti bahwa jika seseorang (perempuan yang belum menikah) memakan kuning telur ayam tersebut akan mengakibatkan kehamilan anggur.

 

Kedua
Urang batianan pamali memakan pisang kambar, bisa kambar anaknya. 

(orang hamil pantang makan pisang kembar, bisa kembar anaknya).

Pisang kembar biasanya bentuknya dempet. Jika wanita yang sedang hamil memakan pisang kembar, maka anak yang ada dalam kandungannya juga akan kembar dempet (kembar siam).



Sebenamya larangan memakan pisang kembar ini tidak terbatas pada perempuan hamil saja, ada sebagian penutur pamali yang menujukan larangan memakan pisang kembar ini kepada perempuan yang masih gadis (belum menikah).

 

Ketiga
Urang batianan pamali bajalan malam, digangu urang halus. 
(Orang hamil jangan keluar malam, diganggu makhluk halus).

Wanita hamil dilarang keluar malam sebab jika keluar malam akan diganggu makhluk halus. Masyarakat Banjar percaya bahwa pada malam hari merupakan saat dimana makhluk halus keluar dari persembunyiannya.

Mereka percaya bahwa makhluk-makhluk halus tersebut sangat senang dengan orang hamil. Menurut kepercayaan masyarakat Banjar, bau tubuh orang hamil sangat disukai oleh makhluk halus, karena itu jika ada orang hamil yang keluar malam akan diganggu makhluk halus makhluk gaib.

Keempat
Urang batianan pamali barabah di gaguling, anaknya bisa tahalang.
(Orang hamil jangan berbaring di guling, anaknya tidak bisa keluar karena posisinya melintang).

jika dikaitkan dengan adab, memang kurang pantas seseorang berbaring di guling, sebab fungsi guling bukan sebagai alas untuk berbaring.

Kelima
Urang batianan pamali makan sambil badiri. pas baranak bisa tabahira.
(Orang hamil jangan makan sambil berdiri, saat melahirkan bisa buang air besar).

Jika dikaitkan dengan adab, kurang pantas seseorang makan sambil berdiri, apalagi jika makan sambil berdiri itu dilakukan oleh wanita yang sedang hamil.

 

Keenam
Urang batianan pamali mambuang ratik di lubang, bisa ngalih baranak.
(Orang hamil jangan membuang sampah di lubang, bisa sulit melahirkan).

Lubang dalam konteks pamali tersebut adalah lubang yang terdapat pada lantai rumah. Membuang sampah di lubang memang kurang baik ditinjau dari segi kebersihan, apalagi jika sampah tersebut sampai menumpuk di kolong rumah.

Ketujuh

Urang batianan pamali mangucup tulang, kaina anaknya bisa dihisap buyu.
(Orang hamil jangan mengulum tulang, nanti anaknya bisa diisap buyu).



Pamali ini menyatakan larangan bagi perempuan yang sedang hamil untuk mengulum tulang, nanti anaknya akan bertubuh kurus seperti orang kena penyakit busung lapar.

Orang Banjar percaya bahwa jika seorang perempuan yang sedang hamil senang mengulum tulang, maka anak yang ada di dalam perutnya akan kurus seperti tulang.

Kedelapan
Urang batianan sabalum tujuh bulan pamali batukar barang sagan anaknya, anaknya bisa mati.
(Perempuan yang usia kandungannya belum cukup tujuh bulan jangan membeli berbagai keperluan bayi, nanti anaknya bisa mati’.

Pamali ini menyatakan larangan membeli berbagai keperluan bayi jika usia kandungan belum mencapai usia tujuh bulan.

Membeli keperluan bayi pada usia kandungan di bawah tujuh bulan dikhawatirkan akan sia-sia, sebab pada usia kandungan di bawah tujuh bulan tersebut masih rentan terhadap bahaya keguguran.

Kesembilan
Pamali mambalah kayu pas bini batianan, kaina anaknya sumbing.
(Jangan membelah kayu saat isteri sedang hamil, nanti anaknya bisa sumbing)

Pamali ini ditujukan kepada suami yang istrinya sedang hamil. Pamali ini menyatakan larangan bagi laki­-laki agar tidak membelah kayu saat isterinya sedang hamil . Sebab jika larangan itu dilanggar, anak yang ada di dalam kandungan istcrinya itu nantinyn akan sumbing.

Nah, itulah tadi 9 pamali suku Banjar yang berkaitan dengan kehamilan yang berhasil dirangkum oleh tim riset trisila.com. Semoga Bermanfaat ya..

Sumber : Trisila.com
Komentar

Tampilkan

Terkini