Recent Posts

Iklan

Tegur Plang Nama Toko PKL Tidak Sesuai Perda

Senin, 15 Februari 2021, Februari 15, 2021 WIB Last Updated 2021-02-16T01:01:37Z
pasang iklan disini
masukkan script iklan disini
Bualkan.Com - Bukan hanya tempat jualan saja yang ditertibkan untuk Tertata Rapi dan sesuai dengan Perda, namun plang Nama jualan yang tidak sesuai Perda,maka akan dicopot dengan mengawali teguran jika tidak menghiraukan teguran tersebut,maka akhirnya dibawa ke kantor untuk didudukan diberikan penjelasan

Seperti Plang nama toko Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan badan Jalan (trotoar) di M Boya Tembilahan ditertibkan Satpol PP Kabupaten Inhil,

Penertiban dilakukan dengan mempedomani UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2018 tentang Satpol PP, Peraturan Daerah Inhil No 11 Tahun 2016 tentang Pembinaan, Pengawasan dan Penindakan Ketertiban Umum dan Penyakit Masyarakat, Peraturan Bupati Inhil nomor 19 tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2016 dan Surat Perintah Tugas Kasat Pol PP Kab. Inhil No. 10 / SP-Pol.PP / OPS / I / 2021 Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu. 


Kasat Pol PP Inhil Martha Haryadi mengatakan penertiban dilakukan berdasarkan laporan dari anggota Intel di lapangan kepada Tim Patroli bahwa terdapat PKL beserta plang papan nama toko menggunakan badan jalan di M. Boya.

"PKL dan plang nama toko mengganggu lalulintas sehingga anggota Satpol PP melakukan penataan tempat usaha yang semerawut tersebut," jelasnya. 

Penertiban dilakukan melalui pendekatan secara persuasif yang diberikan teguran lisan dan teguran tertulis, para PKL dikatakan Martha menerima dan menerima akan menata kembali tempat berjualan mereka sesuai peraturan Perda No 11 tahun 2016 agar terlihat lebih rapi.

"Setelah dirasa cukup, Tim Patroli Satpol PP Inhil kembali ke kantor. Melaksanakan kegiatan, situasi dalam keadaan lancar, kondusif, dan aman terkendali," ujar Martha.
Komentar

Tampilkan

Terkini